Latar Belakang
Dari 13.000 lebih sekolah kejuruan di seluruh Indonesia, dihasilkan 1.200.000 lebih lulusan setiap tahunnya. Sayangnya tidak semua lulusan ini bisa diserap oleh lapangan kerja. Bahkan lulusan SMK menempati peringkat teratas dalam porsi 7.000.000 lebih pengangguran di Indonesia tahun 2017 ini.
Sementara itu lapangan pekerjaan yang ada tidak sesuai dengan domisili lulusan. Sebagian besar sekolah kejuruan berada di provinsi Jawa Barat, Banten dan Jakarta yang memiliki hampir 40.000 kelas. Dengan tingkat UMR (upah minimum regional) yang lebih tinggi, banyak industri sekarang berpindah ke provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Oleh karena itu diperlukan alat bantu bagi para calon dan lulusan sekolah kejuruan ini untuk dapat memasarkan diri dan dapat dilihat oleh para pencari kerja se Indonesia
Solusi
Kesenjangan supply demand ini dapat diatasi dengan membuat keterbukaan informasi antara pencari kerja dan pemberi kerja. Pencari kerja dapat menampilkan rekam jejak dan hasil pelatihan dari sekolah. Pemberi kerja dapat memberikan penilaian langsung atas kelebihan dan kekurangan lulusan sekolah kejuruan ini. Dengan demikian sekolah akan punya sasaran jelas dalam meningkatkan kualitas pelatihan dan pengajarannya.Solusi digital akan mampu memenuhi kebutuhan diatas. Dengan biaya yang lebih terjangkau kini banyak sekolah akan dapat menikmati sistem informasi tata kelola sekolah, sementara para murid dapat memakai aplikasi sosial lewat HP atau komputer mereka.
Comments
Post a Comment