Skip to main content

The Pitch



Pathana adalah aplikasi sosial untuk para pelajar sekolah kejuruan untuk menampung rekam jejak pengalaman belajar, ketrampilan dan prestasi sejak masuk sekolah, lulus dan bekerja. Pathana membantu para pelajar ini untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan karena aplikasi ini bisa digunakan para pencari kerja, seperti industri, pengembang ataupun perkantoran. 

Pathana dibuat berbasis web dan mobile. Sehingga Pathana dapat dipakai dimana saja, kapan saja. 

Latar Belakang   


Dari 13ribu lebih sekolah kejuruan di seluruh Indonesia, dihasilkan 1.2juta lebih setiap tahunnya, dan diperkirakan pada tahun 2020 menjadi 1.6juta. Sayangnya tidak semua lulusan ini bisa diserap oleh lapangan kerja. Bahkan lulusan SMK menempati peringkat teratas dalam porsi 7juta lebih pengangguran di Indonesia tahun 2017 ini.



Sementara itu lapangan pekerjaan yang ada tidak sesuai dengan domisili lulusan. Sebagian besar sekolah kejuruan berada di provinsi Jawa Barat, Banten dan Jakarta yang memiliki hampir 40ribu kelas. Kita tahu bahwa daerah daerah itu memiliki tingkat UMR (upah minimum regional) yang lebih tinggi, akibatnya banyak industri sekarang berpindah ke provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ketika industri sudah membuka lahan baru, mereka tidak menemukan banyak tenaga trampil disana. 
Oleh karena itu diperlukan alat bantu bagi para calon dan lulusan sekolah kejuruan ini untuk mempercepat promosi para pencari kerja dan serapan tenaga kerja se Indonesia.

Demi meningkatkan efektifitas dan daya serap tenaga kerja dari para lulusan SMK ini, maka kami bangun sebuah aplikasi terpadu dengan nama Pathana;
  1. Dimulai dari aplikasi untuk sistem administrasi sekolah, pengajaran dan pendidikan untuk merekam jejak prestasi siswa
  2. Aplikasi media sosial untuk merekam aktifitas dan prestasi siswa diluar kegiatan sekolah atau ekstra kulikuler. Sekaligus menjadikan sarana bagi sekolah untuk mempromosikan kegiatan dan fasilitas untuk menampung kreativitas siswa.
  3. Aplikasi lelang tenaga kerja untuk mempromosikan pencapaian siswa setelah lulus dari bangku sekolah dengan tujuan agar para pencari tenaga kerja dapat memilih siapa yang terbaik untuk dapat direkrut. Sekaligus menjadikan aplikasi ini sebagai job fair bagi komunitas lulusan sekolah yang bergabung dalam aplikasi Pathana.
Diharapkan ketika interaksi antara sekolah kejuran - siswa - industri tercapai maka kesenjangan kualitas tenaga kerja lulusan SMK dapat diperkecil. Sekolah menjadi tempat pelatihan ketrampilan yang diingginkan oleh industri saat ini. Sehingga para lulusan sekolah kejuruan benar benar menjadi tenaga siap pakai. 

Rekam jejak penerimaan tenaga kerja akan menjadi prestasi sekolah sehingga sekolah akan menjadi lebih terkenal dan banyak dicari oleh calon siswa baru. Karena lebih yakin akan mendapat pekerjaan setelah lulus.

Para calon siswa akan mendapatkan lebih banyak pilihan akan sekolah yang mereka tuju karena lebih jelas tempat kerjanya. Setelah lulus, alumni juga dapat memilih tempat kerja yang mereka inginkan baik lokasi maupun karir.



Comments

Popular posts from this blog

Proses Rekrutmen

ALUR BISNIS :  PROSES REKRUTMEN Proses penerimaan pegawai atau rekrutment adalah proses utama dalam aplikasi Pathana. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah memfasilitasi pencari kerja (industri, perusahaan, pebisnis) untuk mendapatkan data lulusan sekolah kejuruan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Aplikasi akan mencatat kesenjangan yang terjadi bisa para lulusan tidak mampu memenuhi kriteria pencari kerja dengan menyediakan pelatihan tambahan agar lulusan dapat langsung diserap. Pada kesempatan lain, laporan kesenjangan ini dapat dilihat oleh sekolah sehingga persiapan lulusan akan lebih baik. Pendaftaran Perusahaan Pencari Pegawai Pendataan Nama, Identitas dan Management Perusahaan Pendataan Alamat kantor dan lokasi kerja Pendataan kriteria minimum pegawai Pendataan pelatihan pegawai yang diberikan Melihat kebutuhan pelatihan pra kerja Pendaftaran Lowongan Pendataan kriteria calon pegawai Pendataan remunerasi Pendataan lokasi dan jadwal interview...